Friday, 7 November 2014

Kuliah sesi ke-9, diskusi per kelompok dikelas mengenai "Pelanggaran prinsip-prinsip etika pada kasus penolakan jalur busway di daerah pondok indah"



Rabu, Tanggal 05 November 2014, masuk kuliah sesi ke-9 dengan judul materi slide ppt “Personal Values and Information Ethics”, diakhir penjelasan materi oleh Pak Yaya, ada tugas diskusi perkelompok, nah tugas yang diberikan mengenai “Pelanggaran prinsip-prinsip etika pada kasus penolakan jalur busway di daerah pondok indah”.
Kelas : LTB3
Nama :
  1. Gita Veronica – 1312402346
  2. Oky Wijaya – 1312400800
  3. Risma Ekawati – 1312402592
  4. Umar – 1312400870
  5. Fajar Hidayat – 1222403016

Hasil Diskusi Ethics in an Information Society, case study : Busway Pondok Indah

Pelanggaran prinsip-prinsip etika pada kasus penolakan jalur busway di daerah pondok indah :

1. Treat others as you want to be treated.
Jika dilihat dari case nya, masyarakat pondok indah mempunyai sifat arogan dimana masyarakat pondok indah hanya memikirkan territory wilayahnya saja, tidak memikirkan dampak secara global. Seharusnya masyarakat pondok indah memikirkan juga dampak secara global untuk kepentingan masyarakat umum.

2.  If action not right for everyone, not right for anyone.
Action yang dilakukan oleh masyarakat pondok indah, juga tidak baik apabila dilakukan oleh warga sekitar, karena akan saling meng-isolasi keberadaan penduduk wilayah tersebut.

3. Put value on outcomes, understand consequences
Seharusnya masyarakat pondok indah lebih berpikir positif dengan memikirkan manfaat yang dihasilkan dan mengerti konsekuensi terhadap territory wilayah pondok indah dan keberadaan busway yang melintas di wilayah tersebut.

4. Incur least cost
Mall pondok indah dapat dikunjungi oleh masyarakat di luar lingkungan pondok indah dengan mudah jika Busway berhasil diimplementasikan.

5. No Free Lunch
Pemerintah DKI harus membayar ganti rugi yang setimpal dengan harga tanah yang sesuai dengan pasar di pondok indah, berikut dengan kerugian lain yang dialami oleh masyarakat pondok indah.

Kuliah sesi ke-8, diskusi per kelompok dikelas mengenai "Drone"



Rabu, Tanggal 29 oktober 2014 masuk kuliah sesi ke-8 dengan judul materi slide ppt “Conflict, Security and Information Ethics”, diakhir penjelasan materi oleh Pak Yaya, ada tugas diskusi perkelompok, nah tugas yang diberikan mengenai “Drone” Setujukah penggunaan drone untuk melawan teroris?

Kelas : LTB3
Nama :
  1. Gita Veronica – 1312402346
  2. Oky Wijaya – 1312400800
  3. Risma Ekawati – 1312402592
  4. Umar – 1312400870
  5. Fajar Hidayat – 1222403016

Hasil Diskusi Pesawat Drone

Setujukah penggunaan drone untuk melawan teroris?
Setuju, karena dapat mengurangi korban tentara untuk melawan teroris. The Department of Justice (DOJ) juga telah melegalkan penggunaan drone. Beberapa kelebihan drone :
  1. Pesawat drone serangannya sangat efektif dilihat dari sejarah penggunaan drone
  2. Penggunaan pesawat drone sangat efisien dari segi anggaran karena tidak membutuhkan terlalu banyak anggaran dibandingkan penempatan tentara di daerah agresi
  3. Penggunaan pesawat drone bisa mengurangi tingkat kematian dan keselamatan tentara di medan perang, sedangkan pesawat drone sangat jarang yang bisa ditembah jatuh musuh.
Namun penggunaan pesawat drone memiliki kekurangan, yaitu melanggar hokum internasional karena pesawat drone yang otomatis memasuki wilayah kedaulatan negara lain tanpa ijin, dimana tindakan tersebut bertentangan dengan hokum internasional dan piagam PBB.

Kuliah sesi ke-7, diskusi per kelompok dikelas mengenai "Shi Tao"



Rabu, Tanggal 22 oktober 2014 sudah masuk kuliah sesi ke-7 dengan judul materi slide ppt “Rights and information ethics”. Sebelum penjelasan materi oleh Pak Yaya diakhiri, ada tugas diskusi yang dikerjakan perkelompok, nah tugas yang diberikan mengenai “Shi Tao”.

Shi Tao
In 2005, he composed an email from his office in China using a Yahoo account, which he then sent to a pro-democracy website in New York City. He attached to the email an article, which he wished to publish anonymously, on China’s new policies regarding crackdowns on potential pro-democracy dissidents in China (MacKinnon 2008). When Chinese authorities became aware of the article they considered it a breach of state secrets and sought to find out the author. They eventually received crucial information about Shi Tao’s identity from Yahoo’s Asian business partners in Hong Kong (MacKinnon 2008).This evidence was then used to convict him in a Chinese court.
  1. Whether the Chinese government’s actions in suppressing Shi Tao’s free speech rights were ethically wrong 
  2. How the ICTs used contributed to that situation
  3. Did Shi Tao have a reasonable right to expect his email provider to keep his identity confidential?
  4. Did Yahoo’s representatives in Hong Kong grievously breach the privacy rights of Shi Tao when they complied with the request of the Chinese government for help in investigating this case?
  5. Why were journalists, human rights advocates, and the United States Congress so morally outraged by the actions of Yahoo Inc. and its business partners?
  6. Why did the Chinese government consider it had the right to know the identity of the author?
  7. Why did Shi Tao trust the ICTs he was using would protect his identity?
Kelas : LTB3
Nama-nama kelompok:
  1. Gita Veronica – 1312402346
  2. Oky Wijaya – 1312400800
  3. Risma Ekawati – 1312402592 (ini saya hehe)
  4. Umar – 1312400870
  5. Fajar Hidayat - 1222403016
Hasil Diskusi "Shi Tao" menurut kelompok kami yaa :

1. Whether the Chinese government’s actions in suppressing Shi Tao’s free speech rights were ethically wrong
Secara etika, pemerintah China boleh melakukan hal tersebut karena Shi Tao telah menginformasikan rahasia negara kepada pihak lain yang tidak berhak terhadap informasi tersebut.

2. How the ICTs used contributed to that situation
Dengan ICT, informasi yang dikirimkan oleh Shi Tao dapat tersebar secara mudah, cepat dan tanpa batas ruang dan waktu.

3. Did Shi Tao have a reasonable right to expect his email provider to keep his identity confidential?
Shi Tao tidak memiliki hak untuk melarang Yahoo membuka informasi identitas mengenai dirinya. Karena Shi Tao sudah menyetujui syarat dan ketentuan saat registrasi email di Yahoo bahwa identitas pemilik email dapat digunakan oleh Yahoo tanpa pemberitahuan sebelummnya.

4. Did Yahoo’s representatives in Hong Kong grievously breach the privacy rights of Shi Tao when they complied with the request of the Chinese government for help in investigating this case?
Pihak Yahoo tidak melanggar hak privasi Shi Tao karena sudah ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

5. Why were journalists, human rights advocates, and the United States Congress so morally outraged by the actions of Yahoo Inc. and its business partners?
Karena mereka menganggap bahwa demokrasi bersifat universal, tidak terbatas pada negara-negara tertentu saja sehingga Yahoo dianggap melanggar kebebasan berdemokrasi.

6. Why did the Chinese government consider it had the right to know the identity of the author?
Karena pemerintah China menganggap bahwa perbuatan Shi Tao melanggar aturan negara, sehingga perlu dilakukan investigasi lebih lanjut terhadap account id yang telah menyebarkan rahasia negara tersebut.           

7. Why did Shi Tao trust the ICTs he was using would protect his identity?
Karena account id yang digunakan, dianggap oleh Shi Tao sebagai sesuatu yang confidential dan secure, sehingga Shi Tao yakin account id tersebut tidak bisa dilacak. Begitupun dengan menggunakan provider yang independent, sehingga Shi Tao merasa aman dengan security provider tersebut.